GIMP
adalah salah satu aplikasi editor grafis favorit para desainer.
Aplikasi ini memiliki tiga ciri utama yang membuat popularitasnya
menanjak, yaitu freeware, opensource dan multi-platform (tersedia versi
Windows, Mac dan Linux). Dilengkapi dengan fitur yang beraneka ragam,
seperti ketersediaan plugin, filter, dan brush yang bertebaran di
internet dari komunitas pendukung GIMP.
GIMP sampai saat ini belum menjadi aplikasi yang bisa menggantikan
aplikasi populer semacam Photoshop, tapi dari hari-ke hari pengembangan
dari versi GIMP selanjutnya lebih mendekati tampilan maupun fungsi dari
Photoshop. Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk membuat desain
grafis, membuat logo, mengedit foto dan juga membuat animasi sederhana
(memakai plugin GAP (GIMP Animation Package). Tapi, tetap saja banyak
orang yang tidak familiar dengan aplikasi opensource ini, cara
penggunaan yang berbeda membuat banyak orang sulit beralih dari
Photoshop yang berbayar dan mahal.
Di artikel ini akan dibahas delapan trik dan tips untuk membuat GIMP
menjadi aplikasi yang lebih serius sehingga dapat menggantikan
Photoshop. GIMP yang digunakan dengan trik ini menggunakan versi 2.6,
tapi kemungkinaan besar bisa juga diaplikasikan untuk versi-versi
selanjutnya.
Menginstal Plugin, Brush, dan Filter
Sebelumnya Anda mesti mengetahui bagaimana cara untuk menginstal
add-ons. Caranya sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu. Pertama
Anda harus menemukan lokasi di mana folder file GIMP disimpan. Lokasinya
bergantung pada sistem operasi apa yang Anda gunakan:
* Windows: folder terletak di C:/Programs/GIMP
* Mac: klik kanan dan pilih application folder
* Linux: tekan Ctrl + H dibagian folder Home untuk menampilkan folder .gimp yang tersembunyi.
Untuk menginstal plugin, brush, atau filter, cukup salin dan paste ke dalam folder yang tepat dan restart GIMP.
1. Menambah Plugin PSPI
PSPI plugin memungkinkan GIMP untuk dapat menggunakan plugin Photoshop.
Hal ini akan meningkatkan jumlah filter yang dapat dipakai oleh GIMP dan
bagi pengguna Photoshop mereka bisa berpindah ke GIMP tanpa perlu
meninggalkan daftar add-ons yang sudah mereka kumpulkan.
Untuk dapat menggunakannya pertama unduh plugin PSPI. Di dalam folder
program GIMP salin dan paste keseluruhan konten dari plugin PSPI yang
telah diunduh ke dalam folder Plug-ins. Setelah itu restart GIMP dan
buka menu filter. DI bagian paling bawah, Anda akan melihat sebuah
pilihan baru, yaitu "Photopshop Filters Plug-In Settings." Pilih untuk
membuat dialog box Photoshop, dan arahkan ke folder di mana lokasi
kumpulan plugin Photoshop yang Anda simpan.
2. Menginstal Layer Styles
Layer Styles adalah fitur yang sangat penting bagi pengguna Photoshop,
dan akan sangat sulit bagi pengguna untuk berpindah ke aplikasi sejenis
tanpa adanya fitur tersebut. Di GIMP sebenarnya juga ada Layer Styles
hanya saja sebutannya berbeda, di sini disebut Layer Effects dan sudah
termasuk efek Drop Shadow, Inner Glow, Outer Glow, Gradient Overlay,
Stroke, Bevel and Emboss, dan lain-lain. Dengannya Anda bisa dengan
cepat menggunakan sebuah efek tertentu ke dalam layer tanpa memakan
banyak usaha dan waktu.
Unduh Layer Effects untuk GIMP dari sini. Terdapat dua versi
dari
plugin tersebut, yaitu Script-Fu dan Python. Versi Python memungkinkan
Anda untuk untuk dapat melihat perubahan dari efek yang dipakai berupa
preview. Sedangkan Script-Fu tidak bisa. Tidak masalah versi mana yang
akan Anda pilih, simpan saja plugin di folder Plug-in dan restart GIMP.
Jika Anda mengunduh versi Python, pilihan Layer Effects akan berada di
Image > Layer > Layer Effects. Lalu untuk versi Script-Fu akan
muncul di Script-Fu > Layer Effects.
3. Menambah Dukungan CMYK
CMYK merupakan kepanjangan dari empat buah nama warna cyan, magenta,
yellow, key (hitam). Di dalam hubungannya dengan aplikasi editor foto
dan program grafis, CMYK adalah model warna Primer Subtraktif yang
berbeda dengan model warna RGB (Red, Green, dan Blue) yang umumnya
dipakai. Model warna ini dikenal sebagai warna Separasi/ four color
separation yang digunakan untuk mencetak gamabr dengan mesin printer,
dimana warna-warna tersebut biasa digunakan untuk keperluan cetak pada
berbagai media keras seperti untuk pembuatan Brosur, Buku, Majalah,
Cover CD, Print T-Shirt dll.
Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran
kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan
campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori,
campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan
nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan
secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna
kotor kecoklatan.
Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai
tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan
lantas disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut
dengan "K" (key) dari istilah "key plate" dalam percetakan (plat cetak
yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna
tinta hitam).
Banyak pengguna yang menyayangkan ketiadaan dukungan untuk mode warna
CMYK di GIMP. Bagi kebanyakan desainer dan fotografer, gambar seharusnya
dikonversi ke warna CMYK sehingga bisa mendapatkan hasil cetak yang
berkualitas tinggi. Karena warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi
sedang CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang
tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK). Salah
satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke
CMYK adalah ‘kalibrasi’. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan
warna agar semua perangkat pemroses citra (gambar) menggunakan satu
patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor
sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya
menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi nanti sewaktu
kita akan mencetak hasilnya akan ‘mirip’ seperti yang kita liat di
monitor.
Jika Anda membutuhkan CMYK di GIMP silakan unduh plugin Separate+ dari
situs YellowMagic. Ekstrak file yang berada di dalam ZIP ke folder
plug-in, kemudian restart GIMP. Fitur tersebut bisa Anda temui di bagian
menu bar Image.
4. Install Liquid Rescale
Liquid Rescale adalah salah satu fitur favorit banyak pengguna dan
menimbulkan banyak sambutan ketikapertama kali diperkenalkan di
Photoshop. Fitur ini membuat gambar dapat dirubah dimensinya, sebagai
contoh merubah gambar dengan dimensi 16:9 ke 4:3 tanpa terjadi distorsi
dengan secara otomatis menghilangkan pixel yang tidak diperlukan di
beberapa area. Jadi Anda bisa merubah foto yang sempit (memanjang
vertikal) menjadi format lebar (widescreen) tanpa meregangkan konten
menjadi tidak beraturan.
Untuk menambah fitur Liquid Rescale ke GIMP, unduh plugin dari Wikidot
dan salin file yang sudah diunduh ke folder plug-in. Restart GIMP.
5. Menambahkan Brush Yang Penting
GIMP datang dengan jumlah brush bawaan yang terlalu sedikit, dan yang
terdapat di sana terlalu kecil, dasar dan tidak terlalu berguna. Jika
Anda berencana untuk membuat gambar grafis, maka Anda membutuhkan daftar
pustaka brush yang baru untuk mengahsilkan kerya yang lebih kreatif dan
kaya. Menginstal brush di GIMP cukup salin dan paste file ke dalam
folder Brush dan restart GIMP untuk memunculkannya di GIMP.
Brush bisa Anda unduh dari berbagai sumber, tergantung tipe brush
seperti apa yang Anda butuhkan. Sebagai contoh ada tempat yang
menyediakan berbagai tipe brush lengkap yang bisa Anda unduh secara
gratis, yaitu BlendFu dan DeviantArt
6. Menyatukan Jendela
Jika Anda menanyakan kepada pengguna Photoshop tentang hal yang paling
tidak mereka sukai dari GIMP, mereka sebagian besar akan sepakat dengan
tampilan dock dan toolbar yang terpisah dari jendela utama. Canvas,
toolbar dan layer, path dan dock brush semuanya terpisah-pisah dan
berserakan di desktop. Bagi Anda ygn terampil didalam melakukan
pengaturan jendela aplikasi di desktop dengan rapih mungkin tidak ada
masalah, tapi bagi orang lain keadaan tersebut merupakan pengganggu
kerja mereka.
Jika model jendela dock yang terpisah di GIMP menggangu Anda, satukan
jendela-jendela tersebut ke jendela utama dengan cara klik kanan pada
dock atau toolbar dan pilih Always on Top. Toolbar sekarang berada di
depan/ atas dari jendela utama, dan aplikasi akan bekerja seakan dock
menempel di jendela utama.
Jika Anda masih belum cukup puas dengan hasilnya, dua versi dari GIMP
sudah tersedia yang mana memiliki tampilan sangat mirip dengan
Photoshop, yaitu GIMPshop dan GimPhoto.
7. Instal Paket Animasi
Paket Animasi GIMP atau biasa dikenal sebagai GAP (GIMP Animation
Package) membuat aplikasi GIMP bisa dipakai oleh pengguna untuk membuat
sebuah animasi. GAP lebih banyak digunakan untuk membuat file animasi
GIF dan avatar, tapi juga cukup mampu untuk membuat animasi yang lebih
panjang seperti film, gambar pemandangan dan gerakan air yang terlihat
realistis.
GAP tidak secara otomatis ada di paket GIMP. Anda harus mengunduhnya
sendiri dari banyak lokasi di internet, ketik 'GIMP GAP' di mesin cari.
Untuk pengguna sistem operasi Mac, Anda dapat mengunduh dan mendapatkan
manual penggunaannya di GAP-Systems. Jika Anda pengguna Ubuntu bisa
mencari gimp-gap di paket Synaptic.
8. Mengaktifkan GEGL
Berdasarkan informasi dari Gimp.org, GEGL (Generic Graphical Library)
adalah fitur baru yang hanya bisa didapatkan di GIMP versi 2.6 ke atas
sebagai inti dari aplikasi untuk memproses gambar.
"Banyak sekali fitur yang diinginkan oleh pengguna bisa disediakan
dengan mudah melalui GEGL. Layer effects, layer groups, dan adjustment
layers dengan cukup mudah dihadirkan (dan diperhitungkan secara efisien)
menggunakan organisasi DAG dari GEGL. Dukungan terhadap CMYK dan
kedalaman bit yang tinggi akan menjadi lebih mudah karena GEGL tidak
membaut asumsi yang sama mengenai rentang warna dan tipe data seperti
pada GIMP."
Fitur ini walaupun sudah tersedia namun belum diaktifkan. Untuk
mengaktifkannya cukup arahkan kursor ke menus bar Colors > Use GEGL
dan tandai kotak yang ada di sampingnya. Saat sudah aktif, Anda dapt
menggunakan alat yang alat yang tersedia pada Tools > GEGL
Operations. Kira-kira ada ribuan alat yang berbeda yang dapat
diaplikasikan pada layer dan gambar.
Kesimpulan
Pengaturan di atas, plugin dan add-ons mendorong GIMP untuk dapat
mengeluarkan dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya. Untuk
dapat menggantikan seluruh kemampuan yang dimiliki oleh Photoshop
sepertinya masih belum, Photoshop untuk saat ini masih menjadi aplikasi
grafis terbaik dan akan terus menambahkan fitur dan kemampuan yang tidak
terdapat pada aplikasi lainnya.
Untuk memantau perkembangan dari fitur-fitur yang ada di GIMP Anda bisa
berlangganan informasi situs GIMP Registry. Sebagai tambahan jika Anda
sudah berusaha mencari-cari plugin yang tepat namun tidak menemukannya,
jika cukup ahli Anda bisa membuat script sendiri dengan panduan di situs
GIMP Developers.
Sedikit tambahan sumber untuk melengkapi GIMP yang Anda miliki, bisa dicek melalui link-link berikut ini:
1000 Brush Berkualitas Tinggi
40 Tutorial GIMP Yang Luar Biasa
Tutorial GIMP Mirip Photoshop
17 Plug-in Menarik Untuk Desainer Web
25 Plug-in Untuk Fotografer
Manual Resmi GIMP
kslsam-c.blogspot.com